8 Tips Berinvestasi di P2P Lending dengan Aman – Xen Micro
p2p lending

Sebuah cara atau biasa dikenal dengan sistem financial technology (fintech) dalam wujud peminjaman atau pemberian dana dari dan oleh individu atau bisnis sering disebut Peer To Peer (P2P). Pada peraturan peminjaman P2P ini tentunya terdapat pihak peminjam dan pihak pemberi pinjaman yang akan bertemu pada sebuah platform online.

Jadi inti dari peer to peer lending syariah Indonesia yakni meruppakan sebuah cara untuk menghubungkan antara si para pemberi pinjaman atau pendana dengan seseorang yang nantinya memang membutuhkan pinjaman secara online tanpa perantara lembaga perbankan. Dapat disimpulkan bahwa P2P ini layaknya marketplace online sebagai tempat bertemunya pendana dan para peminjam sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki.

  1. Seleksi Platform yang Terdaftar dan di Bawah Pengawasan OJK

Jadi, agar nantinya anda tidak terjerumus dalam investasi bodong, pastikan bahwa anda memilih perusahaan P2P lending yang memang sudah terdaftar dan berizin OJK tentunya dengan cermat. Perusahaan fintech satu ini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai pada nomor 77/pojk.01/2016.

  1. Memeriksa Kembali Pendanaan yang Telah Disalurkan Platform

Anda dapat mencoba untuk mengenali perusahaan yang ingin anda berikan investasi. Bagaimana caranya? Anda dapat memeriksa segala informasi mengenai jumlah penyaluran pendanaan tentu dipasang di situs atau aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan. Anda juga dapat mencari tahu berapa besar pendanaan yang pernah mereka salurkan kepada para peminjam. Secara sederhana dapat disimpulkan, semakin besar jumlah penyaluran dana yang memang menunjukkan besarnya kepercayaan pendana terhadap platform tersebut.

  1. Mengetahu terlebih dahulu Tingkat Risiko Yang Ditimbulkan

Secara garis besar, risiko yang dihadapi investor di P2P Lending tergolong moderat tinggi. Sehingga, anda juga perlu mencermati dengan baik tentang berbagai jenis pendanaan yang ditawarkan oleh platform P2P lending yang telah ada di pasaran.

Jika dilihat dari segi peminjamnya, P2P lending dibedakan menjadi dua jenis yaitu produktif (pendanaan untuk kepentingan bisnis), dan konsumtif (untuk kegiatan konsumtif). Pendanaan yang ada pada sektor konsumtif, umumnya dipermanis dengan imbal hasil yang lebih tinggi, namun risikonya juga tergolong lebih tinggi.

Pada setiap pendanaan yang bersifat produktif tentu diajukan oleh pebisnis yang memiliki kesehatan keuangan yang tentunya dapat diukur melalui laporan keuangan, tempat usaha yang jelas, dan beberapa diantaranya memiliki jaminan berupa tagihan.

 

  1. Kenali Risiko Lewat TKB90

TKB90 dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan P2P lending ketika akan memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam pada jangka waktu sepanjang 90 hari sejak tanggal jatuh tempo. Nilai TKB90 didapatkan dari 100 persen dikurangi TKW90 (tingkat wanprestasi) atau sering disebutnon-performing loan. Semakin tinggi TKB90 maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut.

Terdapat risiko utama yang harus dan bersifat wajib diwaspadai yaitu risiko gagal bayar para peminjam. Namun tentunya anda tidak perlu terlalu khawatir, Karena OJK mewajibkan perusahaan P2P lending menampilkan tingkat keberhasilan TKB90 pada public dan khalayak umum.

 

  1. Cari Tahu Perusahaan P2P Lending

Kenali dengan baik, apakah perusahaan fintech yang anda tuju sudah mendapat pendanaan dari perusahaan permodalan ventura. Modal dari perusahaan modal ventura dikenal dengan Istilah pendanaan Seri A, Seri B, dan lainnya. Dengan adanya pendanaan, maka akan menunjukkan besarnya kepercayaan investor terhadap perusahaan penyelenggara p2p lending investasi tersebut.

  1. Apakah Menggunakan Agunan?

Jaminan atau biasa disebut sebagai agunan yang diberikan oleh peminjam kepada pihak P2P lending tentu bisa mengurangi risiko gagal bayar. Di mana, ketika para peminjam tidak mampu mengembalikan uang  yang telah dipinjam sebelumnya, maka aset yang telah dijaminkan oleh para peminjam dapat dijadikan sebagai pelelangan.

  1. Pastikan Memiliki Asuransi Kredit untuk Kurangi Risik

Dalam pendanaan P2P lending, asuransi akan menjadi perlindungan yang paling baik. Pada dasarnya, asuransi kredit akan memberikan proteksi untuk menekan risiko gagal bayar dari para borrower.

Sebagian besar platform P2P lending telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi untuk mengatasi masalah ini. Di mana, ketika sebuah pinjaman diasuransikan dan peminjam gagal mengembalikan dana tersebut, maka modal awal pendanaan lender akan dikembalikan.

  1. Jangan Gunakan Seluruh Uang untuk Investasi

Melihat keuntungan peer to peer lending Indonesia terbaik yang besar, maka akan semakin besar juga godaan untuk memposisikan dana pada jumlah besar yang akan dijadikan sebagai modal pendanaan. Namun, anda juga harus selalu mengingat bahwa pendanaan ini juga memiliki risiko tinggi dengan risiko gagal bayar masih tetap ada.

Itu tadi beberapa hal mengenai Peer to Peer Lending bagi anda para kaum milenial. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like